badge KEMAKSIATAN SEBABKAN BURUKNYA HAFALAN | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » KEMAKSIATAN SEBABKAN BURUKNYA HAFALAN

KEMAKSIATAN SEBABKAN BURUKNYA HAFALAN

Advertisement

          
  Dalam proses kehidupan tentu kita tidak akan pernah luput dari yang namanya belajar dan mengajar, menghafal tentulah suatu cara agar kita dapat mengingat apa yang di ajarkan, namun dalam hafalan kita juga harus tau dan mengerti apa yang kita hafal. Namun problem yang lain hadir, kenapa kita begitu sulit untuk menetapkan hafalan dalam dada kita, ataupun ketika kita bisa menghafal namun tak jauh waktu kita lupa lagi akan hafalan tersebut. Bukan hanya kita, problema ini juga pernah di alami oleh mujtahet mutlak, yaitu Muhammad Bin Idris atau lebih di kenal dengan sebutan Imam Syafi’i yang ilmu dan alirannya di ikuti oleh semua umat islam sekarang itu, kecuali yang di kecualikan.

            Dalam kitab Muraki U’budiyah di sebutkan bahwa suatu ketika Imam syafi’i mengadu kepada gurunya yaitu imam malek (wake’) akan buruk hafalannya, maka guruku memberi petunjuk kepadaku untuk meninggalkan kemaksiatan, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tak akan di berikan kepada orang-orang yang melakukan ma’siat.

“syakautu ila wake’ su a hifzi fa arsyadani ila tarkil ma’asi al ilmu nuron wa nurullah
 la yuhda lil a’si”

            Kisah ini bermula ketika imam syafi’i tidak sengaja melihat betis seorang wanita, maka hilanglah seketika hafalannya. Inilah kemaksiatan yang ia lakukan meski tidak sengaja, namun beliau kembali bertaubat dan mendapatkan kembali hafalannya.
            Jika kita malihat kenyataan sekarang, tentu bukan hanya betis seorang perempuan yang kita lihat, karena memang pakaian perempuan sekarang sangat seksi, sehingga kita pun terjerumus menyaksikannya, makanya daya hafal otak kita sangatlah lemah, karena memang kemaksiatan yang sangat sering kita lakukan. Hal ini memang tak bisa di hindari lagi, namun untuk menyinggapinya kita bisa melaksanakan proses yang lain, yaitu dengan menulisnya.
            Sebagaimana rasul berpesan dalam salah satu hadistnya:

“Al ilmu saidon wa khitabuhu kaiduhu”
Ilmu itu laksana binatang buruan dan ikatlah dengan menulisnya

            Inilah salah satu cara untuk menyinggapi lemahnya hafalan kita, yaitu dengan menulisnya agar jika suatu saat kita lupa, kita bisa kembali melihat dan memahaminya. Maka bawalah kemana saja pena dan selembar kertas agar kita bisa menulis ilmu yang kita dapatkan, karena ilmu bisa saja datang saat kita lengah, dengan adanya pena dan seuntai kertas, maka kita dapat menulisnya.
            Inilah beberapa proses agar kita dapat menerima ilmu, namun satu hal lagi yang paling mutlak di butuhkan, yaitu jauhi diri kita dari sifat takabbur. Sebagaimana dalam satu riwayat di kemukakan :

“Al ilmu harbon lil fata muta a’li kal ma’i harbon lil makanil a’li”
Ilmu itu musuh bagi pemuda yang meninggikan diri
Sebagaimana air musuh bagi tempat yang tinggi

            Inilah jurus yang paling mutlah di butuhkan bagi penuntut ilmu, karena jika bersifat takabbur, maka suatu ketika semua ilmu akan meninggalkannya, seberapa pun ia pintar dulunya, maka ilmunya tak akan terberkati. Nauzubillahi min zalik,,,,

Semoga tulisan singkat ini menjadi maui’zah hasanah untuk kita semua,
dan dapat di praktekkan dalam perjalanan hidup di dunia.
Amin


0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close