badge Puisi Joko Ponurbo; Celana | Ukhwah Asyifusyinen

PROMO KHUSUS HARI INI

Home » » Puisi Joko Ponurbo; Celana

Puisi Joko Ponurbo; Celana

Advertisement
Berikut ini adalah 3 puisi Celana (sering disebut trilogi celana) karya Joko Pinurbo (Jokpin) yang mendapat penghargaan Award 2001. Puisi ini tergolong pastilah tergolong bagus sehingga mendapatkan penghargaan itu. Puisi ini juga cukup terkenal. Bahasanya pun lugas. Dapatkah anda menerka makna di balik ketiga puisi ini?

CELANA 1

Ia ingin membeli celana barubuat pergi ke pesta supaya tampak lebih tampan dan meyakinkan. Ia telah mencoba seratus model celana di berbagai toko busana namun tak menemukan satu punyang cocok untuknya.
Bahkan di depan pramuniaga yang merubung dan membujuk-bujuknya ia malah mencopot celananya sendiri dan mencampakkannya.
“Kalian tidak tahu ya aku sedang mencari celana yang paling pas dan pantas buat nampang di kuburan.”
Lalu ia ngacir tanpa celana dan berkelana mencari kubur ibunya hanya untuk menanyakan, “Ibu, kausimpan di mana celana lucu yang kupakai waktu bayi dulu?”
1996


CELANA 2

Ketika sekolah kami sering disuruh menggambar celana yang bagus dan sopan, tapi tak pernah diajar melukis seluk-beluk yang di dalam celana, sehingga kami tumbuh menjadi anak-anak manis yang penakut dan pengecut, bahkan terhadap nasibnya sendiri. Karena itu kami suka usil dan sembunyi-sembunyi membuat coretan dan gambar porno di tembok kamar mandi, sehingga kami pun terbiasa menjadi orang-orang yang suka cabul terhadap diri sendiri.
Setelah loyo, barulah kami bisa berfantasitentang hal-ihwal yang di dalam celana:
ada raja kecil yang galak dan suka memberontak; ada filsuf tua yang terkantuk-kantuk merenungi rahasia alam semesta; ada gunung berapi yang menyimpan sejuta magma; ada juga gua garba yang diziarahi para pendosa dan pendoa.
Konon, setelah berlayar mengelilingi bumi, Columbus pun akhirnya menemukan sebuah benua baru di dalam celana dan Stephen Hawking khusyuk bertapa di sana.
1996


CELANA 3

Ia telah mendapatkan celana idaman yang lama didambakan, meskipun untuk itu ia harus berkeliling kota dan masuk ke setiap toko busana.
Ia memantas-mantas celananya di cermin sambil dengan bangga ditepuk-tepuknya pantat tepos yang sok perkasa. “Ini asli buatan Amerika!” katanya kepada si tolol yang berlagak di dalam kaca.
Ia pergi juga malam itu, menemui kekasih yang menunggunya di pojok kuburan. Ia pamerkan celananya: “Ini asli buatan Amerika!” Tapi perempuan itu lebih tertarik pada yang bernaung di dalam celana. Ia sewot juga: “Buka dan buang celanamu!”
Pelan-pelan dibukanya celananya yang baru, yang gagah dan canggih modelnya, dan mendapatkan burung yang selama ini dikurungnya sudah kabur entah ke mana.
1996

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close