badge DOA DI LANTUNKAN, SEMUA MENANGIS & SYARAT DI IJABAHNYA DOA | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » DOA DI LANTUNKAN, SEMUA MENANGIS & SYARAT DI IJABAHNYA DOA

DOA DI LANTUNKAN, SEMUA MENANGIS & SYARAT DI IJABAHNYA DOA

Advertisement
           
          
  Dalam proses kehidupan tentu banyak tantangan, rintangan, ujian yang kita hadapi, namun tak usah berkecil hati, itulah proses kenaikan derajat. Dalam satu kaedah arab di jelaskan tantang ujian : dengan ujianlah mulianya seseorang dan hinanya seseorang.
            Namun jangan pernah lupa kita hidup di dunia untuk menggapai sebuah tujuan yang hakiki, maka dari itu senantiasalah berusaha dan berdoa. Sombonglah kita jika hanya berusaha tanpa berdoa dan sia-sialah orang yang hanya berdoa tapi tidak mau berusaha, karena kita bukanlah aulia yang derajat tinggi/tingkatan khasyaf, yang bisa kenyang dengan zikir dan beribadah semata kepada ALLAH SWT.
            Dalam melantunkan doa, sebaiknya di lantunkan dalam bahasa arab, karena bahasa arab merupakan bahasa ibadah, dan sebaiknya pula kita mentadaburkan makna ketika berdoa, agar kita tau bagaimana merendahkan diri di hadapan yang maha kuasa dan apa isi dari doa yang kita lantunkan.
            JIka ingin melihat sebuah video yang memperlihatkan bagaimana keadaan semua jamaah menangis di saat iman melantumkan doa, KLIK DI SINI kenapa mereka menangis sedih, karena mereka paham dan mengetahui makna dari doa tersebut, makanya sebaiknya kita juga paham saat kita berdoa. Namun sebagaimana di ketahui, kita bukanlah orang arab, tapi setidaknya kita bisa belajar di dayah-dayah, kerena sekarang seluruh dayah di aceh mengajari bahasa arab, karena mereka juga mengaji kitab kuning atau kitab arab.
            Doa juga merupakan senjata orang mukmin yang paling mujarap, maka dari itu selalu berdoalah, karena tiada doa yang tidak di kabukan, kecuali tidak melengkapi syarat. Adapun syarat-syarat di ijabahnya doa adalah sebagai berikut :

   1.      IKHLAS
Ibnu Katsir mengatakan, setiap orang yang beribadah dan berdoa hendaknya dengan ikhlas, yakni semata-mata hanya karena Allah. Ini syarat umum ibadah, termasuk doa, sebagaimana firman-Nya. 


"Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS Yunus [10] :105)

“Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.” (HR Abu Daud dan Nasa’i)

   2.      YAKIN
Yakin bahwa doa akan dikabulkan.  
"Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan terkabulnya do’a itu” (HR. Tirmidzi)

   3.      KHUSYU'
Fokus, serius, tidak main-main.
"Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari seseorang yang lalai dan tidak serius”(HR. Tirmidzi). 

   4.      SABAR
Tidak isti’jal, tergesa-gesa minta cepat dikabulkan doa.
“Akan dikabulkan doa seseorang di antara kalian sepanjang ia tidak tergesa-gesa. Ia berkata, ‘Aku telah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat terkabulnya do’aku’, sehingga ia pun tidak lagi berdo’a” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). 

"Suatu kepastian dikabulkannya doa seorang hamba selama ia tidak berdoa untuk dosa, memutuskan silaturahim, dan selama ia meminta tidak disegerakan (Isti’jal). Ditanyakan kepada beliau, apa itu isti’jal?” Beliau menjawab, “Ia mengatakan, sungguh aku telah berdoa, tapi aku tidak melihat Allah mengabulkannya. Dalam keadaan seperti itu, ia merasa diabaikan, lalu meninggalkan doa tersebut” (HR Muslim)
  
   5.      BERSIH 
Yakni bersih dari makanan atau barang haram. Rasulullah Saw bersabda,
 "Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, "Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!" Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah
akan diterima doa itu?"(HR Muslim)

Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullan Saw, "Ya Rasulullah, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul." Rasulullah menjawab, "Wahai Sa'ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan." (HR At-Thabrani).

   6.      BAIK SANGKA
Yakni husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan doa kita. Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman: “Aku bergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku dan Aku akan selalu menyertai jika ia berdoa kepadaku”. (HR Bukhari dan Muslim).

   7.      LEMBUT/SUARA PELAN
Doa dengan suara pelan, rendah diri, dan penuh harap.
"Berdoalah kepada tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Seseungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS Al-A’râf [7]: 55-56).

“Wahai orang-orang! Kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak sedang berdoa kepada yang tuli dan yang tiada. Sesungguhnya kalian berdoa kepada Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (HR Nasa’i).
  
   8.      KONSISTEN
Dalam keadaan susah ataupun senang, terus berdoa.

“Barang siapa sering dikabulkan doanya pada saat sulit dan susah, perbanyaklah berdoa disaat senggang”. [HR Al-Tirmidzi].

"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi ketika kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah di jadikan idah bagi ora g-orang yang telah melampaui batas apa yang mereka kerjakan” (QS Yûnus [10]: 12).

            Inilah beberapa syarat di kabulkannya doa, semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua.amien.

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close