badge JATUH CINTA DIAM-DIAM | Ukhwah Asyifusyinen
Home » , » JATUH CINTA DIAM-DIAM

JATUH CINTA DIAM-DIAM

Advertisement
Hay sayang, apa kabar bukumu ?
Apa mulai terbuka untuk rasaku, atau masih tertutup oleh rasanya
Atau bukumu hilang, bolehkah aku menggantikannya ???
Benar, ini bukan fatamorgana sayang, ini bukan halusinasi imajinasi
Ayolah sayang , , , sampai kapan kita akan mencintai diam-diam ?
Aku mencintaimu dalam diamku, dan engkau mencintaiku dalam diammu
Apa ???
engkau tidak cinta ? atau aku yang tidak berani ? atau kita memang sama-sama takut ?
Atau kita memang sudah nyaman pada jatuh cinta diam-diam
Tidak, tidak, jangan hanya diam sayang, jatuh cinta diam-diam itu mengerikan
Jatuh cinta diam-diam hanya akan berdoa dalam malam
Jatuh cinta diam-diam hanya membawa kita dalam nyamannya khayalan
Jatuh cinta diam-diam akan membuat kita tergantikan
Dan akhirnya jatuh cinta diam-diam hanya akan merelakan,
Atau mendoakan dalam kerelaan
Iya sayang, dulu pernah ada cerita tentang jatuh cinta diam-diam, dulu, sangat dulu
Sebelum cinta terang-terang itu ada,
Mereka mengagumi dalam diam, mereka mencintai dalam diam, mereka jatuh hati diam-diam
Tapi tidak ada yang tau siapa sebenarnya yang jatuh cinta, sebab mereka hanya terdiam dan diam
Sama seperti hujan dengan bumi gersang, kau tau sayang mereka juga jatuh cinta diam-diam
Orang bilang, gersanglah yang jatuh cinta pada hujan, gersanglah yang merindukan hujan
Tapi mereka salah sayang, mereka semua salah
Karena sebenarnya hujanlah yang jatuh cinta pada gersang, hujanlah yang merindukan gersang
Engkau tau sayang pengorbanan hujan saat rindu, ia rela jatuh dari ketinggian
Ia rela hilang terbawa angin, dia akan tetap jatuh meski tau sakit dan akhirnya menghilang
Tapi kau tau sayang, saat hujang bertemu gersang, berpelukan, terbanglah debu-debu suram
Memancarlah aroma alam yang syahdu membawa haru, mereka memainkan melodi rindu
Tapi kau tau sayang, saat itu orang-orang masih saja mengira bahwa gersanglah yang merindukan hujan,

Mereka buta akan pengorbanan hujan, mereka tuli nyanyian hujan, dan masih selalu mengira bahwa gersang yang merindukan hujan,,,
Tidakkah jatuh cinta diam-diam itu sakit sayang ?
Tidakkah pengorbanan cinta diam-diam tak pernah ternilai ?
Ayolah sayang, jangan lagi cinta diam-diam, biar aku saja yang diam, engkau harus terang,

Atau kita sama-sama terang !

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close