badge KEBAHAGIAAN SEHARUSNYA MILIK KITA | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » KEBAHAGIAAN SEHARUSNYA MILIK KITA

KEBAHAGIAAN SEHARUSNYA MILIK KITA

Advertisement
KEBAHAGIAAN SEHARUSNYA MILIK KITA


            Hidup adalah rangkaian proses yang tak pernah usai, butuh cobaan untuk melatih kesabaran, butuh rintangan agar kita paham akan kekuatan, butuh persimpangan agar kita peka akan pilihan, butuh kerikil, tanjakan, dan tikungan tajam, agar kita berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam menggapai sebuah tujuan. Semua ini adalah proses yang tak akan pernah usai hingga mata tertutup dan tubuh membeku dalam kedinginan. Namun sebelum itu terjadi hargailah setiap proses yang di hadapi, bukankah kita jua tercipta dalam rangkaian proses yang sangat mengagumkan, maka nikmatilah poses yang akan dan telah ada.
            Keperihan juga sebagai proses, yaitu proses untuk mncapai kebahagiaan, namun kebahagiaan bukanlah sesuatu yang mudah untuk di capai, terlebih dulu kita harus mengerti rasa keperihan, agar kelak kita akan senantiasa bersyukur dan menghargai akan kebahagian yang di anugerahakan. So, tak ada keperihan, tak ada kedukaan, tak ada kegundahan, yang ada hanyalah sebuah proses, proses menggapai kebahagiaan karena sebenarnya kebahagiaan adalah milik kita. Namun terkadang banyak yang terkapar, terjatuh dan tak mampu berdiri saat proses menghampiri, karena mereka terlalu larut dalam kesedihan, larut dalam penghianatan, larut dalam kegundahan yang membunuh semangat dengan sangat perlahan, memang benar begitu susah melupakan penghianatan, melupakan keperihan karena kita di ajari untung menghafal, mengingat bukan melupakan, namun inilah proses pendewasaan, bukan melupakan, tapi mengingat hanya sebagai pengalaman yang menjadi pelajaran untuk menggapai kebahagiaan di masa depan.
            Mulailah membina keperihan yang menerpa, susunlah rapi keperihan juga penghianatan di sisi kehidupan, jadikan itu pelajaran, jadikan itu dorongan untuk menggapai kesuksesan. Berdoalah agar di berikan bahu yang kuat menompang proses, karena kala kita terjatuh mungkin banyak mereka yang tertawa, namun saat kita bangkit dan berada di atas mereka, saat itulah mereka akan menegadahkan kepala dan berkata dengan bangga “kami pernah hidup di atap yang sama”, saat itulah setiap butir derita di ganti dengan kebahgiaan dan indahnya tak akan di dapat oleh mereka yang tak pernah merasakan keperihan terjatuh dalam gelapnya perih kehidupan.
            Jadi hargai setiap perjalan hidup, meski amat sukar, namun hikmah pasti ada, kala kita bersyukur, yakinlah hari itu pasti ada, hari di mana tiap detik duka di ganti bahagia, bersama orang-orang yang menyayangi kita, tak usah hiraukan apa yang melanda, karena sesungguhnya kebahagiaan milik kita.


baris-baris angin menyusup kedalam keterasingan kita,,,
apalagi yang direnungkan, cakrawala biru luas menjamah kaki langit,,,
yang menampung jutaan resah, menguapkan jutaan harapan,,,
dalam keterasingan yang diam-diam rapuh?,
menunggu, berarti menerima setiap kemungkinan,,,
dan apa saja kesempatan, kesempurnaan ataupun rahasia,,,
mengaburkan makna nurani, menggigil sampai kedasar paling dalam,,,
sebagai catatan dikemudian hari, untuk dikenang atau dilupakan,,,
untuk di sesali atau di jadikan pelajaran,,,
jangan coba nistakan proses kehidupan meski juramnya harapan,,,
kelak kau tanam di Rahim kebahagiaan seikat penghianatan,,,
penghianatan yang mejurusmu kedalam cahya kebahagiaan,,,
lupakan jika itu yang kau inginkan, kenanglah jika kau ingin jadikan pelajaran,,,
yang melabuhkan milyaran kebahagiaan,,,
karena kebahagiaan seharusnya untuk kita, milik kita,,,

Gubahan : AZ



0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close