badge KEMULIAAN PAKAIAN SEBELUM DUDUK, KEMULIAAN ILMU SETELAH DUDUK | Ukhwah Asyifusyinen
Home » , » KEMULIAAN PAKAIAN SEBELUM DUDUK, KEMULIAAN ILMU SETELAH DUDUK

KEMULIAAN PAKAIAN SEBELUM DUDUK, KEMULIAAN ILMU SETELAH DUDUK

Advertisement

لبا سكم يكر مكم قبل الجلوس و علمكم يكر مكم بعد الجلوس
Pakaianmu hanya memuliakanmu sebelum duduk dan
ilmumu memuliakanmu setelah duduk

            Pepatah di atas mengajari kita tentang setianya ilmulah yang memuliakan kita, sedangkan pakaian hanya memuliakan kita ketika kita belum duduk, berbicara, dan berinteraksi. Jika pakaian kita berwibawa, memakai jas, atau pakaian wibawa lainnya, mungkin orang akan memuliakan kita sebelum merekan berinteraksi dengan kita, karena pakaian kita menunjukkan wibawa pemakainya, namun setelah lama mengenal, berbicara, berinteraksi, jika kita tidak berilmu, maka tutur kata kita menandakan bahwa pakaian itu tidak cocok, karena pada dasarnya tutur kata adalah pembeda kelas yang sesungguhnya. Orang yang berilmu akan mengeluarkan tutur kata yang bermanfaat, lembut, dan enak di dengar, sedangkan orang jahil, hanya berkata menurut logika kecilnya yang seakan tau segalanya. Makanya ilmulah yang lebih di utamakan dari segalanya.
            Ilmu adalah faktor utama kebahagiaan di dunia dan di akhirat, harta akan mengikuti orang-orang yang berilmu, tahta pula akan di dapat oleh orang-orang yang berilmu tanpa harus di kejar, dan wanita akan menyayangi, menyukai mereka yang berilmu pengetahuan. Jadi inti kita hidup di dunia ini adalah menuntut ilmu, tanpa ada kata terlambat, tanpa ada titik, karena menuntut ilmu itu dari ayunan hingga ke liang lahat. Karena ilmu membuat kita di muliakan, dan memuliakan. Tapi ingat, mereka yang berilmu sering di hinggapi penyakit takabbur, dimana penyakit tersebut akan menyirnakan seluruh ilmu, tak aka nada ilmu lagi yang akan di dapat ketika seorang pemuda mulai congkak, meninggikan diri. Sebuah pepatah berpesan :
“Al-ilmu harbon lil fata muta A’li kal ma I’ harbon ila makanil a’ li”
Ilmu itu musuh bagi pemuda yang meninggikan diri
Sebagaimana musuhnya air kepada tempat yang tinggi
           
Ilmu itu laksana pelita yang menerangkan,,,
Membumbung tinggi atas jiwa pengharapan,,,
Yang membuka segala tutup kejahilan,,,
Ilmu adalah cahaya anugerah Tuhan,,,
Saat penghianatan di nilai sebagai pendewasaan,,,
Saat kebencian menjadi proses ketulusan,,,
Saat ujian , menyerupai jalan pembelajaran,,,
Dan di benci di nilai sebagai cahaya ketulusan,,,
Di sanalah kau dapatkan kemenangan,,,
Jauhi kemaksiatan jika kau ingin cahaya,,,
Karena cahaya tak akan bersatu dengan gelap gulita,,,
Sadarlah, pahamlah, wahai jiwa-jiwa,,,
Yang mulai redup dalam gelap gulana,,,
Bangkitlah, gapailah cahaya kehidupan yang sesungguhnya,,,
Dengan cahaya Tuhan, kau dapatkan kebahagiaan selamannya…


                                         

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close