badge LAGA BERANDALAN SEKOLAH DASAR | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » LAGA BERANDALAN SEKOLAH DASAR

LAGA BERANDALAN SEKOLAH DASAR

Advertisement


            Pada saat kelas enam SD, gue adalah anak kecil yang sudah agak mulai liar, bukan gue aja sih, teman-teman gue juga sama, kami mulai liar, bandel, dan berfikir tentang menganianya yang lain. Gue punya teman satu yang bandelnya bukan maen, nama dia reja, dia yang ngajari gue bandel, dan hebatnya gue bisa lebih bandel dari dia, kalau dia sehari di hukum sekali, entah itu berdiri di depan kelas, menghadap matahari, nyapu, ngepel lantai, nyuci, oh sorry, dia bukan pembantu ya, maksud gue kalau dia di hukum sekali, gue bisa di hukum tiga kali dengan kesalahan yang berbeda. Gue pernah di hukum berdiri di depan kelas hanya karena gue nyanyi, tapi nyanyinya agak horror untuk seumuran gue, pas guru lagi keluar, gue nyanyi di kelas lagu yang pakek kata-kata horror Ngent*t gitu, dan tiba-tiba guru nongol dan mendengar nyanyian gue, dan gue di jewer dan di suruh berdiri di depan kelas, padahal lagu itu si bangsat reja yang ngajarin gue, waktu gue di hukum, dia ketawa-ketiwi ngejek gue, dan hal itu membuat gue dapat inisiatif untuk bisa punya teman di depan, gue bilang aja ke guru kalau dia yang ngajari gue nyanyian brengsek itu, dan akhirnya gue pun punya teman untuk memadu kasih.

            Ada banyak lagi kenakalan yang di ajari si reja buat gue, kalian pasti tau setiap anak perempuan itu punya permainan karet, yang lompat-lompat itu ada kan, nah pas anak-anak cewek itu maen karet, si reja dapat permainan bodoo lagi, tapi nguntungin juga bagi gue :D loe tau apa, dia ngajak gue untuk duduk di depan anak cewek yang sedang main karet, tentunya anak perempuan itu pakek rok, dan saat mereka loncat, CD nya Nampak, dan kami berdua punya permainan baru, yaitu nebak warna CD cewek, permainan yang sungguh kreatif menurut gue, dan sangat beruntung juga, gue jadi tau warna CD cewek kesukaan gue :D

            Terus, selain itu, dia juga ngajarin gue bagaimana cara menganianya banyak orang, di sekolah kami itu kebanyakan siswa-siswinya berangkat ke sekolah pakek sepeda, dan kami punya tempat parkir yang lumayan sempit di belakang sekolah, sehingga sepeda harus di parkir berjejeran bagai satu barisan yang rapi, nah di sini dia juga ngajarin gue hal nakal lainnya, setelah jam istirahat dan bel masuk berbunyi, kami selalu menendang satu sepeda paling ujung, sehingga menimpa sepeda yang lain, hingga semua sepeda jatuh berdempetan, ada yang kegancet, tapi sebelum itu kami sudah duluan memindahkan sepeda kami agar tidak ikut ambruk dalam musibah itu, dan serunya pas bel pulang sekolah berbunyi, semua anak sibuk misahin sepeda mereka, karena uda tumpang tindih, nah kami langsung pulang, dan ngejek teman yang lain, sungguh ini adalah masa-masa greget tingkat tinggi yang pernah gue lakuin.

            Dan pada saat itu, Di masa SD gue itu lagi heboh-hebohnya ngadu ikan laga, kalian tau kan, ikan hias itu, tapi bisa di adu. banyak anak yang ngadu ikan laga, tapi ngadunya Cuma sampek bulunya rontok aja, nah kami punya permainan ngadu sampek mati, saat itu kami ngadu bertiga, ikan gue, ikan aci, dan ikannya si ikbal, gue luruskan dulu, ini ngadu ikan laga ya, bukan ngadu ikan kami, karena ikan kami masih kecil saat itu, belum sanggup dan pantas untuk di adu.

            Kamipun mengambil satu toples, lalu memasukkan tiga ikan laga ke dalamnya sekaligus, ikannya bertarung sengit, kami sangat semangat melihatnya, terkadang kami juga ikut ngadu jotos, tapi itu Cuma bertahan satu jam, setelah satu jam, kami mulai bosan melihat pertarungan tiga ikan tersebut, dan gak ada satupun yang mati, jangankan mati, yang kalah lari aja gak ada, akhirnya kami memutuskan untuk melihatnya di keesokan harinya, ikan siapa yang mati berarti dia yang kalah.

            Singkat cerita, keesokan harinya Cuma gue sama si aci yang duluan melihat perkembangan pertarungan tiga ikan tersebut, dan betapa terkejutnya kami, ternyata tidak satupun dari ikan yang mati, karena uda geram, kawan gue aci memasukin tangannya ke toples, lalu di remasnya ikan laga si ikbal, karena kebetulan dia belum datang, lalu kami tarok di tempat semula, dan ketika si ikbal datang, di dapatilah ikannya yang uda mati, se akan-akan mati yang menggenaskan di terkam oleh dua ikan kami, dan karena hal itu, akhirnya kami memecahkan rekor muri di sekolah, pertarungan sampai mati, pertarungan ikan laga, yang melegenda di sekolah kami. :D

            Inilah masa-masa greget gue di jenjang sekolah dasar, masa-masa ternakal bersama kawan-kawan tergila, mungkin kalian juga merasa apa yang kami rasaain. :D

            

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close