badge MENGEMIS ATAU TANGGUNG JAWAB | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » MENGEMIS ATAU TANGGUNG JAWAB

MENGEMIS ATAU TANGGUNG JAWAB

Advertisement

            Ini bukan tentang pengemis, ini bukan tentang kehinaan, ini bukan tentang cacian, ataupun tentang menunggu hal yang tak akan datang, bukan tentang kebodohan yang sedang di rencanakan, bukan tentang ketidakmungkinan yang masih di harapkan, tapi ini tentang tanggung jawab dan karma, karma, hal yang pasti akan berlaku di dunia sebagaimana berlakunya hukum amal di akhirat. Ini tentang seorang sahabat yang bercerita tentang kegundahan hatinya, tentang sebuah harapan yang telah dia kekang namun terlepas oleh hal yang tidak pernah terfikirkan.

            Kisah ini bermula ketika saya dan kawan saya sedang santai sampil ngopi, teman saya, sebut saja mr.B bercerita kepada saya tentang hal yang baru dia alami, tentunya tentang kisah kaula muda, apalagi kalau bukan Cinta. Dia bercerita kalau dia sedang dalam kegundahan dan kegalauan dan kebimbangan karena dia baru saja putus dengan pacarnya.

            “har, gue baru saja putus, mr.b membuka percakapan

            ‘’kenapa, kok bisa putus, gue berusaha menanyai, agar dia bisa sedikit lebih tenang

            “dia uda punya yang lain penggati gue, jawab mr.b miris,,,

            “yaudah, kalau dia cukup bodoh untuk menghianati loe, berarti loe harus cukup pintar untuk melupakan dia, jawab gue sok bijak,,,

            “ini bukan tentang meninggalakn har, tapi ini tentang,,,, seketika mr.b terdiam dalam kebisuan,,,

            “tentang apa broe, gue mencoba bertanya,,, dengan segala kebimbangan akhirnya mr,b pun angkat bicara setelah terdiam sedikit lama,,,

            “gini har, loe tau kan gimana hubungan pacaran di era ini, jujur, gue uda ngelakuin banyak hal sama dia, gue uda ngelakuin semuanya, kecuali satu, loe paham kan maksud gue, mr.b mencoba untuk membuat gue mengerti,,,

            “iya gue pahan, jawab gue singkat,,,

            “troes sekarang gue harus gimana har,,, ini serius dan ingat ini hanya antara kita berdua,,,

            Seketika gue pun terdiam, mencoba berfikir keras, ini bukan lagi masalah pergi, ini bukan lagi tentang ego, kalau dia ingin pergi, kita juga harus pergi, tapi ini tentang tanggung jawab dan karma,,,

            “gini broe, menurut gue ya, yang awam tentang percintaan, loe harus berusaha mendapatkan dia kembali, karena loe uda terlanjur bodo untuk ngelakuin hal-hal itu, loe harus bertanggung jawab, loe ingat karma, kalau loe nyentuh anak orang, maka orang akan menyentuh anak loe suatu saat nanti, loe mau anak loe di buat seperti itu ??? Tanya gue

            “gak har, gak ada orang tua yang mau,,, jawab dia dalam raut wajah menyesal,,,

            “itulah, maka dari itu loe harus dapatin dia lagi, karna ini bukan lagi tentang loe jadi pengemis, tapi ini tentang tanggung jawab, ini tentang tanggung jawab seorang laki-laki yang telah berbuat dan harus berani mengambil resiko apapun,,,

            “tapi dia udah milih orang lain daripada gue har, sahut mr.b membantah

            “ini bukan tentang siapa yang di pilih, tapi ini tentang tanggung jawab, nyawut gue lantang

            “ia ia, gue tau tanggung jawab dan karma, jawab mr.b lirih dan seakan wajahnya bak langit mendung

            “atau gini aja broe, loe tinggalin aja dia, tapi ada syarat, ucap gue

            “syaratnya apa broe, jawab mr.b cepat

            “usahain loe gak punya anak cewek broe, biar anak loe gak digituin, atau kalau gak, cara ke dua, loe menikah sama perempuan yang uda manopouse aja, di jamin gak bakalan beranak, jawab gue sampil tertawa,,,, :D

            Diapun ikut tertawa, dan seketika itu kamipun larut dalam perbincangan yang humoris, maksudnya agar dia gak terlalu berfikir, jadi gue alihkan aja pembicaraan nya.

            Dan gue tegaskan, ini bukan tentang sok suci, ini bukan tentang bangga melakukan hal di luar batasan dan belum semestinya, tapi ini tentang belajar memikul tanggug jawab, ketika di loe cukup berani untuk melakukan satu hal, loe juga harus siap untuk menerima apapun konsekuensi yang akan loe tanggung, karena lari bukanlah hal yang dapat di pilih, boleh saja loe lari dari tanggung jawab, tapi loe gak bisa lari dari satu hal yang di sebut karma.


            Semoga narasi pendek ini dapat membuka pikiran kaula muda, khususnya saya sendiri untuk lebih hati-hati, waspada, dan mengerti apa itu tanggung jawab.

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close