badge AYAH TELAH PERGI & TAK AKAN TERGANTI | Ukhwah Asyifusyinen
Home » , » AYAH TELAH PERGI & TAK AKAN TERGANTI

AYAH TELAH PERGI & TAK AKAN TERGANTI

Advertisement

Telah Ribuan hari ayah pergi ke dimesi yang berbeda,,,
Keadaannya berbeda, lingkunganmu berbeda, kebutuhanmu juga telah berbeda,,,
Tapi cinta suci, abadi, hakiki tak pernah berbeda,,,
Ayah memang telah pergi, Pergi dari jiwa, tapi tidak dari raga,,,
Aku selalu mengunjungi ke tempatmu, tapi Ayah tidak pernah pergi ke tempatku,,,
Apa ayah marah, sebab aku tidak bisa menggantikanmu,,,
Pundakmu terlalu kuat ayah, aku tidak bisa sepertimu,,,
Atau mungkin juga Ayah pergi ke tempatku saat larut malam, tapi aku sudah pulas dalam imajinasi malam,,,
Ayah, tempatku tempatmu juga, meski tempatmu tak bisa ku tempati,,,
Terkadang datanglah lebih cepat, agar aku bisa melihatmu Ayah, tidak hanya engkau yang mampu melihatku,,,
Kupastikan dulu, memang aku jarang bertemu ayah, sebab ayah berkerja di luar sana,,,
Dan pulang ketika aku telah terlelap dalam mimpiku,,,
Tapi aku percaya, mungkin Ibu yang selalu meneleponku saat aku di luar sana,,,
Tapi aku tahu, sebenarnya Ayahlah yang menyuruh ibu untuk meneleponku,,,
Semasa kecil, Ibulah yang sering menggendongku, tapi aku tahu, saat ayah pulang kerja, Ia selalu bertanya kepada Ibu apa yang aku lakukan seharian, meski Ia tak bertanya langsung padaku, sebab Ia tidak mau mengganggu lelap tidurku, dan saat itu Aku juga tahu, Ayah mengecup lembut keningku,,,
Saat aku demam, Ayah selalu membentakku, “sudah Ayah bilang jangan makan es”, dan akupun menangis di pangkuan Ibuku, tapi aku tahu, Ayahlah yang sangat risau dengan keadaanku, hingga Ia hanya bisa menggigit bibirnya menahan kesakitanku,,,
Kala aku beranjak remaja, aku meminta kepada Ayah untuk keluar malam, namun dengan tegas Ayah berkata “tidak boleh” sadar Ayahku hanya ingin menjagaku, sebab Ia lebih tahu apa yang ada di luar sana,,, karena bagi Ayah, aku adalah sesuatu yang sangan berharga,,,
Saat aku telah di percaya olehNya, Ayahpun melonggarkan peraturannya, dan kadang juga aku melonggarkan kepercayaanNya, Ayahlah yang setia menungguku di ruang tamu meski kelelahan telah memukulnya,,,
Setelah dewasa, walau Ibu yang mengantarku untuk sekolah di luar sana, Aku tahu Ayahlah yang berkata pada Ibu “Bu temani anakmu, aku akan mencari nafkah untuk kita bersama,,,,
Saat aku Berjaya, ayahlah orang yang paling pertama berdiri dan bertepuk tangan untukku, meski semua sudah selesai, namun ayah tetap saja bertepuk tangan, Ayah yang pertama, dan Ayah juga yang terakhir menyudahinya,,,
Dalam sujudNya, Doa ayah tidak kalah dengan doa Ibu, hanya saja Ayah selalu menyimpan dalam hatinya,,,
Sampai saat aku menemukan jodohKU, Ayah tersenyum melihatnya, Ia berkata pada Ibu “Bu, lihat anakmu telah besar dan dewasa”,,,
Dan saat Ayah melihatku duduk di pelaminan dengan pasanganku, Ayahpun tersenyum bahagia, lantas aku menengok, Ayah sempat pergi kebelakang dan menangis, Ayah menangis karena sangat bahagia,,,
Dan Beliaupun berdoa “Ya Allah, tugasku telah selesai, Bahagiakan Putra Putri kecilku dengan pasangannya,,,,
Ayah, aku rindu padamu, datang dan dekaplah tubuhku,,,
Meski itu hanya dalam mimpimu, atau mimpiku,,,

 T.M.A


            

1 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close