badge TEKNOLOGI, BUMERANG UNTUK SOSIAL DAN KEBUDAYAAN | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » TEKNOLOGI, BUMERANG UNTUK SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

TEKNOLOGI, BUMERANG UNTUK SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

Advertisement



Dalam era modern ini, gedge adalah sesuatu yang tidak dapat di pisahkan lagi dengan kebutuhan manusia, yaa,,, memang gedge sangat dapat membantu untuk mendapatkan informasi dan bersosialisasi, bersilaturrahmi tanpa harus mengunjungi. Namun gedge juga memaksa orang untuk janus face, two face atau bermuka dua. Bisa jadi dalam bermasyarakat dia orang yang pendiam, tapi dalam gedge/media sosoknya berubah menjadi pribadi yang berkoar-koar, seperti anjing menggonggong kafilah berlalu.

Teknologi memang sangat membantu, tapi jangan sampai di perbudak dan terperangkap dalam teknologi, menjadi jiwa robot yang tak punya perasaan, acuh kepada keadaan sekitar. Tujuan pertama diciptakan teknologi agar dapat membantu manusia meringankan dari perbudakan pekerjaan, namun kenyataan sekarang justru manusia menjadi budak teknologi, ini lebih sadis dari sekedar perbudakan pekerjaan. Jika begitu, maka teknologi yang seharusnya menjadi alat kemanusiaan untuk melepaskan diri dari perbudakan kerja, justru berubah menjadi suatu mekanisme yang memperbudak manusia sendiri (dehumanisasi). Bahkan tanpa disadari, Sayapun mungkin salah satu di antaranya.

Sisi positif dari teknologi memang ada, banyak bahkan sangat banyak karena itulah teknologi itu di ciptakan, dengan adanya teknologi, bentuk komunikasi bisa bermacam-macam, dapat dilakukan di sosial media, email, menulis ataupun dengan cara tradisional yaitu dengan berbicara langsung dan lain sebagainya. Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan ataupun tidak bertujuan dan era ini manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat di pisahkan lagi dengan teknologi, namun miris teknologi merubah manusia dari makhluk sosial menjadi makhluk apatis, makhluk yang duduk bersebelahan namun hanya diam, berjalan berdampingan, searah setujuan namun tak ada kedekatan, bertatap di media lebih di damba daripada bertatap dengan yang ada di depan mata, sungguh teknologi bumerang yang di rencanakan.

Teknologi gedge juga merubah jiwa regenerasi bangsa, merubah jiwa anak-anak yang dulunya menyukai bermain bersama, bermain tradisional, belajar berinteraksi, belajar berbagi, belajar menolong, kini semua berubah saat negara api menyerang,,, eeepppp maaf, terbawa suasana, maklum saja, saya penikmat film avatar saat masih keci. Tidak seperti anak kecil sekarang, dengan gedge di tangan, mereka tidak pernah tahu bahwa dulu hari minggu adalah hari yang di tunggu, bukan hanya karena libur, tapi sebab Lest and Go, Doraemon, Chibi Marukochan, Power Panggel, Power Ranger, Dragon Ball, Power Ranger, dan banyak film-film lainnya, dan anak-anak sekarang hanya tahu game online, COC atau tauran online, tak salah jika anak-anak sekarang lebih suka tauran ketimbang menerjemah pelajaran. Mereka lupa adat istiadat di tempat tinggal mereka, mereka lupa kebudayaan dan kebiasaan di negeri mereka, mereka terus saja di rayu oleh teknologi, hingga sosial hanya tinggal nama dari gelar manusia, tidak pernah berbekas lagi dalam realita.

Teknologi juga merubah pola pikir remaja, dulu para remaja berfikir bagaimana caranya menjadi dewasa, tapi sekarang remaja menjabarkan teknologi sebagai ajang menuntut adegan dewasa, keperawanan seakan tak ada nilai, siapa yang mengajarkan ???? Teknologi. Sekarang anak kecil saja sudah tahu kalau ibu dan ayahnya bertengkar dia tidak akan mendapatkan pangeran kecil, ulah siapa lagi kalau bukan teknologi. Mereka semua sudah sangat familiar dengan adegan dewasa, familiar dengan percerayan, familiar dengan adegan yang tidak pernah pantas untuk di saksikan, tapi teknologi mengajarkan mereka kesalahan, tak salah jika teknologi adalah bumerang yang di rencanakan.

Yaaa, namun semua kembali pada hakikat dan dasar, teknologi memang penting, ada banyak posisi negatif, juga tidak kurang posisi negatif, tapi perubahan global yang dihadapi oleh bangsa ini jangan sampai membuat bangsa ini semakin terlena. Kemajuan akan ilmu pengetahuan dan teknologi jangan sampai membuat bangsa ini lupa akan budaya bangsa ini sendiri. Akan sangat disayangkan apabila generasi muda terlalu terlena akan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini. Jangan sampai teknologi menguasai kita, namun bagaimana caranya agar ilmu pengetahuan yang kita miliki dapat menaklukan teknologi dan mengembangkan budaya bangsa.

Kemajuan teknologi memang sangat baik bagi setiap negara, namun jangan sampai menjadi bumerang dan mengakibatkan keterpurukan bangsa.

Penyalahgunaan teknologi yang semakin marak membuat banyak khalayak khawatir akan generasi muda saat ini. Karena pengguna teknologi saat ini adalah kebanyakan dari generasi muda. Sebagai generasi muda, sudah selayaknya kita bengkit dari keterlenaan ini dan menaklukkan teknologi. Jangan sampai kita ditaklukkan teknologi. Takluk yang dimaksudkan adalah kita sebagai generasi muda malah menjadi orang yang dekat dengan penyalahgunaan teknologi.

Semua kebijakan atau suatu perkembangan pasti diikuti sisi positif dan negatif, termasuk dalam kemajuan teknologi dalam kehidupan kita. Dan hendaknya kita sendiri yang mewaspadai fenomena yang terjadi supaya bisa meminimalisir sisi yang negatif. Oleh karena itu untuk mencegah mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi.

Allah SWT menjadikan manusia di dunia ini sebagai hamba, QS. Az-Zariyat 51 : 56 dan khalifah QS. Al-Baqarah 2 : 3, untuk memakmurkan dunia ini. Sehingga segenap potensi, termasuk sains-teknologi, harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan fungsi tersebut. Bukankah dengan bantuan teknologi ada banyak hal yang dimudahkan seperti adanya pesawat memudahkan kita menunaikan ibadah haji, adanya Gedge membuat kita lebih mudah bersilaturahim dan menjadikan waktu lebih berkah. Teknologi adalah tools yang membantu mendekatkan kita kepada Allah dalam meraih ridha-Nya. Namun semua tergantung bagaimana kita mengartikannya.


Teknologi menjadi multi fungsi atau malah menjadi BUMERANG yang hakiki.

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close