badge ZONA NYAMAN = CINTA | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » ZONA NYAMAN = CINTA

ZONA NYAMAN = CINTA

Advertisement
ZONA NYAMAN = CINTA

Pengertian atau “ta’rif” waktu memang sangatlah unik, waktu di sebutkan berputar begitu cepat bagi yang terburu-buru, tapi berjalan sangat lambat untuk mereka yang menunngu. Tapi ada kalanya waktu yang berjalan begitu cepat tapi kita tidak sedang terburu-buru ? tapi saat berada dalam zona nyaman, yaaa nyaman adalah kondisi dimana kita berinteraksi dengan seseorang yang membuat kita merasa waktu berjalan begitu cepat, kita merasa begitu nyambung, kita merasa tidak pernah ada kata bosan, tapi mirisnya hal ini terjadi pada friends zone, bukan saat kita bersama pacar atau orang yang mempunyai ikatan, kenapa ???

Seoarang sahabat bertanya pada saya, kenapa nyaman justru berada pada friends zone, bukan pada ikatan yang melebihi itu ?

Saat itu aku yang sedang sibuk dengan tugas skripsiku, asal saja aku menjawab “rasa penasaran”.
namun pertanyaan itu benar-benar membuat dia penasaran !

Kenapa dengan rasa penasaran ? sahabat saya kembali bertanya
Saat itu sayapun mulai berhenti mengetik, mengerutkan kening, berfikir pada sebuah argumen yang logis dan bisa membuatnya puas meskipun tidak benar, saya mulai mengatur kata-kata “sebenarnya begini, dalam friends zone kita pasti belum mengetahui secara lebih tentang asal-usulnya, tentang keluarganya, masa lalunya, dan banyak lagi tentangnya, hingga memang fitrah manusia merasakan penasaran dan mulai menguliti sedikit demi sedikit masa lalunya, keluarganya, sahabatnya, cintanya, hingga penasaran itupun semakin menjadi-jadi dan akhirnya kita menyimpulkan bahwa itu adalah rasa nyaman”.



Sahabat saya pun mulai mengerutkan keningnya, saya paham benar dia sedang berfikir keras dengan jawaban yang saya berikan, antara iya karena logis, dan tidak karena perasaan, sayapun sebenarnya paham itu !

Kemudian pertanyaan kedua-pun datang yang membuat skripsi saya terbengkalai dan terabaikan. Apa yang harus saya lakukan, meninggalkan atau tetap berajalan ? “tanya sahabat saya
Kala pertanyaan itu datang, saya baru benar-benar berfikir, mencoba mengadukan antara logika dan perasaan, karena saya tau bahwa sahabat saya sangat susah dekat dengan lawan jenis, dan ini adalah pertanyaan pertama darinya tentang perasaan atau asmara.

Zona nyaman sama dengan Cinta, jawab saya singkat, padat dan butuh pemikiran dalam !
Maksudnya ? sahabat saya mulai menguliti apa itu nyaman dan cinta .

Yaaaa, rasa nyaman sama dengan cinta, jika kamu merasa nyaman saat berinteraksi dengannya, saat kamu merasa tidak berani mengenal yang baru, maka buatlah suatu keputusan, buatlah satu ikatan yang tidak terikat, ajaklah untuk sama-sama jatuh cinta, jika dia tidak mau ? ada kalanya dia hanya menjadikanmu “substitusi” bukan “prioritas” dan engkau menjadikan dia sebaliknya ?

Bagaimana kalau dia tidak mau mengenal cinta ? atau belum pernah mengenal cinta ? “sahabat saya kembali bertanya

Saya hanya tertawa dan kemudia berkata “tumben otakmu kosong, bodoh gara-gara cinta” !
Kalau dia tidak mengenal atau belum mengenal cinta, itu menjadi tugasmu untuk mengenalkannya cinta ! katanya sastrawan, penulis, pujangga, masak iya tidak tau cinta “gumanku memaksanya memerah dan tertawa.

Sebenarnya begini, ucap saya dengan wajah serius, dan memaksanya mendengar dengan serius ! hampir setiap orang mengalami fase ini, fase kenyamanan pada lawan jenis, tapi tanpa ikatan, mereka sering menamakannya “sahabat”, “adik-kakak”, atau bisa juga karena se-asrama atau se-perguruan.
Sayapun begitu, dulu saya juga merasakan fase nyaman seperti yang kamu rasakan saat ini, namun dulu kami salah, karena begitu cepat memutuskan untuk mengganti gelar sahabat menjadi cinta, “yaaa begitulah hubungan saya dengan Raline Syah dulu. :D

Bangs*t, Anj*ng, ,,,,, dan nama-nama binatang yang lain mulai di sebutkan untuk menanggapi kalimat terakhir itu , hahahaha

Kemudian saya melanjutkana. Note : kalimat terakhir tadi hampir nyata :D
Oke-oke, tapi memang benar, nyaman itu sama dengan cinta, jika dia tidak ingin cinta, maka jangan lagi buat nyaman, sebab pada akhirnya salah satu akan kecewa, yaaa salah satu dari kalian akan kecewa saat yang baru datang, ntah datang untuk siapaun di antara kalian.
Saat seseorang datang maka semua akan berubah drastis, sama seperti saat seseorang pergi, maka meskipun kembali semua tidak akan sama lagi, sama layaknya zaman dahulu dunia ini juga terasa nyaman dan tentram, namun berubah saat negara api menyerang,,,, sorry sorry terbawa suasana cuuiiiii :v

Tapi itu sudah kesimpulan dari saya, rasa nyaman = cinta, jika tidak maka
kenyamanan itu = benci !

jadi, jika nanti/esok bertemu dengan dia yang membuatmu nyaman lagi, ingatlah ini, lalu simpulkan dan katakan, jika belum berani, maka buatlah menjadi bait-bait puisi, bukankah santrawan paham benar tentang estetika keindahan dan cinta, “kembali rayuan untuk sahabatku! Note: sahabat saya cowok, tapi santrawan yang awam dengan cintanya sendiri :D

atau jika tidak mampu lagi ber-puisi, maka tanyakan pada saya di episode ke depan lagi, oke !
sekarang, diam dan jangan ganggu cinta saya dengan skripsi, cintamu sudah, sekarang bantu aku tanpa revisi lagi , ya ya ya, mau ya ya ya ??? :D :v




0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close