badge ASMARA TERHALANG PNS | Ukhwah Asyifusyinen
Home » » ASMARA TERHALANG PNS

ASMARA TERHALANG PNS

Advertisement
Memiliki seorang kekasih adalah mutlak fitrah manusia. Sebab kekasih tempat berbagi segala keluh kesah, mendaki hingga kepuncak menikmati keindahan yang sesungguhnya.
Namun dalam kenyataannya, tidak semua hubungan berjalan aman anyam, nyaman, tanpa hambatan dan rintanga. Terkadang ada beberapa hubungan yang mendapat rintangan terbesar dari Sang Pemilik cinta, untuk menguji seberapa besar ikatan yang ada dalam jiwa mereka.
Ada kisah cinta yang tidak di restui orang tua, dengan berbagai faktor di dalamnya, ada juga cinta yang terhalang asrama, dan mungkin begitu langka untuk kisah yang terhalang gelar PNS, dengan faktor mutlak sebab memiliki gaji pensiunan, berharap gaji pensiunan dapat mensejahterakan ia di hari tua nanti.


Kasus yang seperti ini memiliki faktor yang begitu berbeda, boleh jadi orang tua yang berharap anaknya mendapatkan laki-laki yang bergelar PNS, bisa juga si perempuan yang berharap memiliki suami seorang PNS, sebab tidak mau bersusah payah, tidak mau berada di bawah, atau tidak mau memulai dari nol, tanpa memikirkan bahwa siapapun orangnya, roda kehidupan terus berputar, terkadang di bawah, kadang pula di atas, atas perut :D
Kasus cinta terhalang PNS sedikit banyaknya saya pernah dengar dari kawan saya, sebut saja inisial namanya W-A-N, kisahnya menjadi pelajaran besar untuk kami dalam merintih hubungan dengan kekasih kami, agar mengetahui apa yang dia inginkan, dan apa harapannya, yaa begitulah kodrat mencintai, kita harus mengetahui apa yang dia suka, dan memahami apa yang dia benci.
Tulisan ini sebenarnya saya tulis berdasarkan pengalaman teman saya yang tadi, yang kisahnya pantas di beri tema “Asamara Terhalang PNS”, meskipun terdengar alai dan berlebihan, tapi begitulah kenyataannya.
Dalam sebuah hubungan, meskipun sudah berjalan dengan waktu yang lama, ada beberapa hal yang membuat hubungan itu memang tidak layak lagi untuk di pertahankan, memang sakit dan begitu menderita saat di lepaskan, namun sebaliknya akan teramat lagi menderita kala mencoba bertahan.
Layaknya kisah si kawan yang hampir berjalan 2,5 tahun, dan hampir memutuskan untuk bertunangan, namun kala penjalanan mulai sampai pada tujuan, rintangan pun menerpa, dengan sebuah alasan yang hampir tidak di percaya ibu si wanita menginginkan pria yang mendampingi anaknya adalah seorang PNS, dan hal itulah yang membuat teman saya mundur.
Mundur dalam kasus yang seperti ini bukan berarti penakut dan kalah, sebab jika berbicara tentang konsep apapun, ada tiga dasar yang harus di renungi dan di fikirkan lebih mendalam, yaitu “Turie Droe” sebagai Indentitas, “Tusoe Droe” sebagai Superioritas, dan “Tu’oeh Droe” sebagai Kualitas.
Maka dari kajian itu kita bisa memilih maju atau mundur, bertahan atau pergi, menunggu atau kembali mencari.
Sebenarnya jangan terlebih dahulu menyalahkan orang tua dalam perkara tak di restui, sebab semua orang tua akan memperioritaskan kebahagiaan bagi anaknya, namun terkadang dengan cara dan keputusan yang salah, atau mungkin paradigma yang di bangun masyarakat mulai salah, hingga menjamah pada orang tua kita.
Kita sama-sama tau bahwa PNS bukanlah sosok yang bisa kaya seperti pengusaha, tapi di balik itu PNS punya daya tarik dari Gaji Pensiunan, sebagai ganti menghargai kerja kita pada bangsa, hingga tua.
Dan kembali ke kisah mereka, Asmara Yang Terhalang PNS berakhir sudah, mereka pisah dengan masih saling mencintai, saling merindui, dan terkadang sering bertukar senyuman yang datar, tawar, penuh rasa.
Jatuh cinta memang tak pernah salah, tapi terkadang kita jatuh cinta pada orang yang salah, atau bisa saja orang tuanya yang salah, salah mengartikan sebuah ketulusan, salah mengartikan sebuah kenyamanan, dan salah mengartikan kebahagiaan.
Untuk kalian orang tua, sejujurnya kami tidak mampu membuat anakmua bahagia, meski PNS atau Non PNS, tapi kami berjanji jika kami makan nasi, anakmu tak akan makan pisang, jika kami makan bayam, anakmu tak akan makan toge, jika kami makan ikan bakar, anakmu tak akan makan ikan pepes, kecuali anakmua tak suka ikan bakar :D, maksudnya percayalah, apa yang kami kaman, itulah yang akan anakmu makan, kemanapun kami pergi, kami berjanji dia akan tetap di sisi.
Dan untuk kalian orang tua yang merindui menantu PNS, ingatlah bahwa PNS tidak pernah menjamin kebahagiaan, gaji pensiunan tidak pernah cukup untuk kehidupan di masa tua, pendapatan dari PNS sahaja tidak akan membuat kaya, sebab semua PNS menganut sistem gali lobang tutup lobang, memang cukup, tapi tidak lebih, dan kami yang bukan PNS pun bisa !
Dan untuk si kawan, bersabarlah, perbaiki saja dirimu, sebab jodohmu adalah sebagai mana dirimu, mungkin dia memang tidak di ciptakan untukmu, tapi di ciptakan untuk PNS itu, :D dan kamu ? mengertilah, jangankan PNS, wisuda saja tak pernah ada, maka gapailah kawan :D ,  sorry sorry

Dan untuk jiwa-jiwa yang kecewa
Pada cinta dan harapan buta,
Berdoalah, sebab doa tak pernah mengecewakan,
Doa pergi dengan harapan,
Lalu kembali dengan kepastian,
Bukan seperti manusia, berharap pada manusia,
Sama saja berharap pada kecewa,
Sungguh, jika engkau tak kenal harap,
Maka kecewa tak akan kau dapat,
Lihatlah ke dalam kaca itu,
Dia, orang di dalam kaca,
Dialah satu satunya orang yg harus kau buat bahagia,
Lupakan mereka, sedurhaka berharap pada manusia !
  


0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami

notifikasi
close