-->

"TIDAK"


Tidak, "tidak" bukan sekedar kata,
Tapi "tidak" adalah kalimat lengkap,
Tanpa harus dijelaskan, dijabarkan,

"Tidak" berarti tidak,
Meski tak tertitikkan, tertitikkan "tidak" tetap berarti tidak,
Meski tak terketikkan, terketikkan "tidak" tetap berarti tidak,

"Tidak" adalah penolakan, meski di suguhi senyuman, meski di kukuhi jabatan, meski di iringi salaman, "tidak" selamanya berarti tidak,
Saat dia berucap "tidak" maka berhenti !
Siapapun, kapanpun, dimanapun, "tidak" tetap berarti tidak,

Tak perlu menuduh "tidak" pada iya,
Sebab "tidak" tidaksama dengan iya,
Jangan mempermalukan malu jadi tersangka, pada "tidak" yang dituduhkan iya,
"Tidak" berarti tidak, tak perlu lagi menyangka !

Saat tunas cinta meruncit, engkau jatuh cinta, dia berkata "tidak",
Dia bukan tersangka, pada "tidak" yang engkau tuduhkan iya, atau beralaskan orang ketiga,
"Tidak" tak perlu menjelasan tidak, ia benar !

Tapi "tidak" kadang kala mengharuskanmu menunggu pada tunas cinta yang mulai menggebu,
Layaknya belalang di padang ilalang yang menunggu kata tunggu, hingga iya temaram atau kembali pulang pada waktu atau tunggu,

Tidak ada yang tidak mungkin pada "tidak" atau menunggu, sebab kata "tidak" pada tidak mungkin hanya pemanis atau pelicin,
Menipu dalam kerdil, tidak !

Hingga akhir dari kata "tidak" untuk menungggu, bahagia atau terluka pada waktu yang kian memburu,
"Tidak" menjadi kisah ntah untuk diceritakan lagi, atau untuk dikenang sesekali,
Tapi "tidak" tetap berarti tidak,
Dalam tunggu atau "tidak".

Bireuen, 01 Des 2016

0 Response to ""TIDAK""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel